Memakai Istilah Tanpa Memahami Maknanya dan Efeknya.

Ada kelompok Kristen yg pemimpinnya tanpa belajar melainkan hanya mengandalkan kharisma saja, sembarangan memakai istilah tanpa pengertian dan tanpa mengerti efeknya.

Mereka berkata, okey pewahyuan sudah berhenti, tetapi RHEMA masih terus. Padahal rhema artinya perkataan atau pengucapan. Bayangkan, tidak ada lagi penyingkapan namun masih ada pengucapan atau perkataan. Ini sama sekali tidak masuk akal. Seseorang berhenti menyampaikan apapun lagi namun dia masih mau tetap berkata-kata. Aneh bukan?

Mereka menyebut seseorang sebagai “hamba Tuhan” yg DIURAPI. Padahal arti diurapi itu sama dengan dilantik. Zaman PL orang diurapi adalah imam, nabi, dan raja, mereka dilantik.

Dalam 2 Kor 1:21-22, dinyatakan bahwa kita diurapi, dimeteraikan sbg tanda milik Allah oleh Roh Kudus. Kapan itu terjadi? Dlm Ef. 1:13 dikatakan pada saat kita percaya. Sesungguhnya pada saat kita percaya, kita TELAH diurapi sebagai imam (1Pet.2:9), bahkan sebagai anak Allah (Yoh. 1:12), sebagai raja yang AKAN memerintah bersama Tuhan. Jadi setiap orang percaya, setiap orang yang lahir baru, adalah orang yang TELAH diurapi.

Sesungguhnya tidak ada kepentingan menyebut seseorang sebagai yang diurapi kalau semua yang hadir dalam ruangan adalah orang-orang yang telah diurapi. Kecuali mereka memang mau menggenapi nubuatan kedatangan Mesias Palsu, yang artinya orang yang diurapi PALSU. Karena arti kata Mesias adalah orang yang diurapi.

Berhati-hatilah dalam memakai istilah, jangan sampai Anda menjadi penggenap nubuatan negatif.

Jika Anda ingin tahu lebih banyak kebenaran alkitabiah silakan mengunjungi www.graphe-ministry.org atau dengar radio AM 828 atau dengar lewat HP INSTALL RADIOAMGEO.
Dr. Suhento Liauw.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *