IMAMAT YANG RAJANI

IMAMAT YANG RAJANI

Kebanyakan orang Kristen tahu 1 Petrus 2:9 bahwa kita adalah umat pilihan Allah, dan juga imamat yang rajini. Tetapi, tanpa mereka sadari ternyata mereka melakukan hal-hal yang bertentangan dengan kebenaran ayat tersebut.

Sejak seseorang bertobat dan percaya Yesus Kristus, maka orang tersebut langsung menjadi orang kudus, karena posisinya yang berdosa diambil alih Kristus serta disalibkan dan kepadanya dikenakan posisi Kudus milik Yesus. Dan lebih hebat lagi sebenarnya posisi anak Allah dari Yesus juga diberikan kepadanya, sehingga ia disebut juga anak Allah. Karena dia anak Allah maka tidak ada lagi perantara antara dia dan Bapa.

Seharusnya jabatan imam berhenti sejak Yohanes Pembaptis menunjuk Yesus dan berkata inilah Anak Domba Allah (Luk. 16:16, Mat. 11:13).

Dari Adam sampai Musa adalah zaman keimamatan ayah, oleh sebab itu zaman itu ayah memberkati anaknya. Keimamatan ayah berhenti ketika ditegakkan keimamatan Harun. Sejak saat itu tidak ada lagi ayah yang memberkati anaknya. Keimamatan Harun sampai kapan? Seharusnya sampai Yohanes Pembaptis tampil. Tetapi karena dia ditolak, dan Yesus Kristus pun ditolak, maka terakhir Tuhan sampai memakai cara paksa yaitu mengoyakkan tirai pemisah ruang maha suci, sebagai tindakan tegas, tidak perlu jabatan imam lagi.

Setiap orang Kristen lahir baru adalah orang kudus, anak Allah, dan juga imam atas dirinya sendiri. Artinya tidak perlu perantara kepada Sang Bapa. Orang yang memerlukan perantara kepada bapanya adalah yang sedang cekcok dengan bapanya. Dia akan diberi berkat langsung oleh Bapa, tanpa perlu penumpangan tangan oleh seseorang. Dan tidak boleh ada orang yang mengangkat dirinya jadi imam atas orang yang sudah berposisi anak Allah.

Ada gereja yang tanpa mengerti Alkitab masih melestarikan jabatan imam. Dan gereja yang keluar dari gereja tersebut, tidak menetapkan jabatan imam namun tetap mempraktekan tindakan keimamatan yaitu mengangkat tangan memberkati orang di akhir kebaktian. Dan sangat banyak orang Kristen yang tidak mengerti kebenaran yang membiarkan dirinya diberkati oleh manusia, tanpa sadar itu adalah sikap tidak menghargai posisinya sebagai anak Allah.

Orang yang berlagak melakukan tindakan keimamatan itu sesungguhnya melakukan kesalahan Korah yg ingin juga jadi imam seperti Harun, dan ia ditenggelamkan ke dalam tanah oleh Tuhan (Yudas 11).

Jika Anda ingin tahu lebih banyak kebenaran alkitabiah silakan mengunjungi www.graphe-ministry.org atau blog drsuhentoliauw.graphe-ministry.org atau dengar radio AM 828 atau dengar lewat HP INSTALL RADIOAMGEO
Dr. Suhento Liauw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *